Pentingnya Clean Code

Links to this post


Clean code adalah suatu metode coding agar code tersebut dapat mudah dipahami oleh pembuat code dan juga oleh orang lain, sehingga mudah dalam pemeliharaan, pembetulan bug dan juga pengembangan system.


Filosopi Clean Code adalah
  • Clean code berarti kode tersebut efisien, mudah dibaca, sederhana, dan memudahkan kamu menemukan bug.
  • Dengan clean code kamu juga dapat membantu developer lain yang perlu melihat kode kamu.
  • Ada beberapa alasan yang menyebabkan developer belum menggunakan clean code, antara lain kurangnya waktu, melewatkan testing, tidak tahu cara menerapkannya, serta ketidakpedulian developer terhadap clean code.


Penerapan Clean Code

1.       Produktivitas Meningkat
2.       Mudah menemukan bug
3.       Bisa dilanjutkan oleh tim yang lain

Mengapa tidak menerapkan clean code
  • Tidak memiliki waktu
    Sering kali developer bekerja di bawah tekanan waktu, atau deadline yang cukup singkat. Karena itu, mereka tidak memiliki cukup waktu untuk “membersihkan” kode sebelum menyerahkan produk ke klien. Jadi, produk yang mereka berikan bisa jadi hanya sebatas bisa berfungsi saja, namun kualitas kodenya agak sedikit terlupakan.
  • Bukan kode saya!
    Ketidakpedulian bisa jadi salah satu alasan developer mengabaikan clean code. Misalnya, kamu melihat teman kamu menulis kode yang berantakan, namun alih-alih meminta (atau bahkan, membantu) mereka untuk merapikan kode tersebut, kamu mendiamkannya saja karena merasa itu bukan kewajiban kamu.
  • Melewatkan testing
    Menurut beberapa developer, kewajiban mereka hanya sebatas menulis kode yang bekerja, kemudian menyerahkannya pada tim Quality Assurance (QA) untuk memeriksa bug. Padahal, tidak ada salahnya melakukan tes terlebih dahulu. Apa lagi, kalau memang startup kamu belum memiliki tim yang secara khusus menangani QA.
  • Tidak tahu bagaimana melakukannya
    Biasanya, developer tipe ini memang belum mengetahui seperti apa kode yang baik. Mungkin mereka memang tidak memiliki latar belakang ilmu komputer yang cukup kuat, atau belum memahami konsep clean code tersebut.

Bagaimana Cara Clean Code
1.      Penamaan Kelas : Harus kata benda atau kata pengganti benda, misalnya Customer, Mobil dan lain sebagianya
2.      Penamaan kelas tidak boleh kata kerja, misalnya makan, pergi

Function
1.      Nama Metode / Function bisa merupakan kata Kerja atau kata atribut. Misalnya Update_Customer
2.      Nama Function tidak boleh terlalu panjang, maksimal 4 kata
3.      Isi dalam function jangan terlalu panjang, apabila ada suatu blok kode, yang khusus silakan dibuat function lagi tersendiri.

Comments
 
1.      Penggunaan Comment apabila diperlukan, perhatikan codingannya dulu, sudah rapi atau membingungkan, yang dibetulkan adalah structur coding terlebih dahulu
Variabel
1.      Penamaan Variabel harus konsisten
2.      Jika Nama Variabel sudah menggunakan _ sebagai penyambung antar suku kata, maka variable berikutnya juga begitu
3.      Nama variable harus ada korelasinya dengan maksud variable tersebut
DRY (Don’t Repeat Yourself)
1.       Hindari duplikasi. Jangan mengulangi class atau fungsi yang sama di dalam sebuah code.
Coupling Rendah
1.       Code ditulisan dengan coupling yang serendah mungkin sehingga jika terjadi kesalahan, hanya bagian yang salah saja yang harus diperbaiki. Jika diumpamakan dalam kehidupan sehari-hari, hubungan antara baterai denga iphone adalah hubungan dengan coupling yang tinggi karena saat baterai iphone rusak maka seluruh handphone harus diganti. Sedangkan pada handphone nokia, couplingnya rendah karena jika baterainya rusak, kita cukup mengganti baterainya saja.

Baca Juga