Apa sih ERP itu?

ERP Binatang Apakah itu? seringkali pertanyaan ini muncul, Teknologi ERP merupakan integrasi data dan informasi yang dikembangkan pada awal tahun 1990 sebagai generasi lanjutan dari MRP II, dimana melalui ERP dapat mengintegrasikan penggunaan software untuk menunjang aktivitas kegiatan organisasi. Pada penelitian Yahaya Yusuf, et al (2006) dinyatakan bahwa ERP merupakan perpaduan modul antara CRM dan SCM, dimana pada fungsi ERP terdapat e-procurment (SCM konsep), proses integrasi, dan e-commerce (CRM konsep). Pernyataan ini didukung oleh Kevin B Hendricks, et al (2007) yang melakukan penelitian dampak implementasi ERP, SCM dan CRM terhadap kinerja perusahaan, dengan sampel perusahaan yang telah menerapkannya. Pada analisa penelitiannya ditemukan pernyataan bahwa ERP dapat memberikan fungsi sistem SCM dan CRM.
Program Enterprise Resource Planning (ERP) adalah inti software yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan untuk mengkoordinasi dan mengintegrasi informasi pada setiap area dari business processes. Program ERP sangat membantu dalam mengatur perusahaan dimana perusahaan tersebut memiliki business processes yang luas, dengan menggunakan database dan reporting tools manajemen yang terbagi. Sebuah business processes adalah sekelompok aktivitas yang memerlukan satu jenis atau lebih inputan yang akan menghasilkan sebuah output dimana output ini merupakan value untuk konsumen. Software ERP mendukung untuk pengoperasian yang efisien
dari business processes dengan cara mengintegrasikan aktivitas-aktivitas dari keseluruhan bisnis termasuk sales, marketing, manufacturing, logistic, accounting, dan staffing.
Fan et, al dalam Yahaya Yusuf, et al (2006) menyatakan ERP merupakan fungsi sistem aplikasi software yang dapat membantu organisasi dalam mengendalikan bisnis yang lebih baik karena dapat mengurangi tingkat stok dan inventori, meningkatkan perputaran stok, mengurangi cycle time order, meningkatkan produktivitas, komunikasi lebih baik serta berdampak pada peningkatan benefit (profit) perusahaan.
Pencapaian kesuksesan implementasi ERP dipengaruhi oleh banyak faktor. Penelitian Albert Y.T. Sun, et al (2005) menemukan biaya, jadwal dan tujuan merupakan faktor yang berpengaruh. Penelitian yang dilakukan Yajiong Xue, et al (2005) mengatakan bahwa budaya organisasi, lingkungan organisasi, faktor teknis dan hubungan jaringan yang baik merupakan faktor sukses implementasi ERP. Yahaya Yusuf, et al (2006) mendapatkan faktor sukses yakni : dukungan manajemen puncak, penggunaan biaya dan waktu, perbedaan budaya, faktor teknik, tenaga ahli, dan ketidaksiapan perusahaan. Sedangkan penelitian Elisabeth J. Umble, et al (2003) mengemukakan faktor kesuksesan implementasi ERP antara lain memahami tujuan dari strategi organisasi, komitmen manajemen puncak, manajemen proyek baik, perubahan manajemen organisasi, kemampuan tim yang terbaik, akurasi data, pendidikan dan pelatihan yang ekstensif, serta fokus pengukuran kinerja ERP.
Hong dan Kim (2002) mengemukakan bahwa data, proses dan pengguna adalah sebagai faktor tetap suksesnya implementasi ERP, sedangkan adopsi ERP, proses adopsi, resistensi organisasi merupakan faktor sukses yang dapat berubah dalam implementasi ERP. Penelitian lain Zhe Zang, et al (2005) menyatakan kesuksesan ERP ditentukan oleh faktor organization environment, user environment, system environment dan vendor environment.
Penerapan teknologi ERP pada organisasi umumnya dipandang sebagai suatu hal yang sangat sulit dan kompleks sehingga menyebabkan manajemen puncak serta pengguna enggan untuk mengimplementasikannya. Fenomena yang menarik saat implementasi ERP di organisasi, bahwa keberhasilan ditentukan oleh key user yang didukung oleh manajemen puncak dan user. Penelitian yang dilakukan oleh Wu dan
Wang (2007) mengungkapkan produk ERP, layanan konsultan dan kontraktor, pengetahuan dan perbaikan merupakan faktor sukses implementasi ERP yang diukur dalam menentukan kepuasan key user.
Dalam implementasinya, pada program ERP terdapat dua tipe pengguna yaitu key user dan end user. Key user dipilih dari operating departemens, biasanya selalu berhubungan business process dan memiliki pengetahuan lebih di area kerjanya dan umumnya manager departemen. Key user akan mengembangkan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan pada sistem akhir yang diperlukan oleh end user. Sebagai tambahan, key user juga akan melakukan spesialisasi pada bagian-bagian sistem ERP dan berlaku sebagai pelatih, pendidik, advisors, help-desk resources, dan sebagai agen untuk end user. Berlawanan dengan key users, end users adalah users akhir dari ERP sistem. End user hanya memiliki spesifikasi pengetahuan dari parts pada sistem yang perlu end user kerjakan. Sehingga, peran key users sangat penting untuk keberhasilan sistem akhir.

2 komentar:

UII Official mengatakan...

Terimakasih Infonya
sangat bermanfaat..
Perkenalkan saya mahasiswa Fakultas Ekonomi di UII Yogyakarta
:)
twitter : @profiluii

Admin mengatakan...

OK, sama-sama bro

Baca Juga